JENIUS KONSULTAN, TRAINER, ANALIS, PENULIS ILMU PENGETAHUAN ILMIAH HUKUM RESMI oleh HERY SHIETRA

Konsultasi Hukum Pidana, Perdata, Bisnis, dan Korporasi. Prediktif, Efektif, serta Aplikatif. Syarat dan Ketentuan Layanan Berlaku

Putusan Pengadilan Juga Bersifat ERGA OMNES, Sama Seperti Undang-Undang, Sifat Keberlakuannya Meluas bagi Umum

Contoh Kaedah Hukum yang Diciptakan Lewat Pertimbangan Hukum dalam Putusan Pengadilan

Question: Bila “erga omnes” artinya sifat keberlakuannya ialah mengikat publik luas alias bagi masyarakat umum, semisal undang-undang ataupun peraturan perundang-undangan, maka bagamana dengan putusan pengadilan, apakah hanya mengikat para pihak yang bersengketa di pengadilan dalam putusan tersebut ataukah juga mengikat bagi pihak-pihak diluar para pihak alias berlaku juga selain bagi para pihak yang bersengketa dalam putusan tersebut?

Rekor Penghukuman Dwangsom (Uang Paksa) Terbesar dalam Sejarah Praktik Peradilan Perdata

Disinsentif bagi yang Tidak Patuh pada Putusan Pengadilan, Penghukuman Pembayaran “Uang Paksa” (Dwangsom)

Question: Jika tergugat yang kalah dalam gugatan, sengaja menunda-nunda dan tidak kooperatif sekalipun putusan pengadilan telah berkekuatan hukum tetap, maka apakah betul dalam gugatan perlu dicantumkan juga tuntutan “uang paksa” untuk setiap hari keterlambatan pihak tergugat melaksanakan isi putusan? Berapa “uang paksa” yang pernah dibuat oleh hakim di pengadilan dalam putusannya?

Inilah Akar Penyebab Maraknya Peredaran Gelap Narkotika Ilegal yang bahkan Telah Menyasar Pelajar, Mahasiswa, hingga Petani dan Nelayan Miskin di Pedesaan

Mahkamah Agung RI Kompromistik terhadap “PERANG CANDU”, Pengedar Narkotika Ilegal yang Dijual Eceran justru Diberikan Insentif Keringanan Hukuman

“Pengedar Narkotika Ilegal Eceran” Tidaklah Sama dengan “Maling Sandal” yang Dihukum Ringan, Narkotika Ilegal merupakan Produk ADIKTIF yang Berpotensi Tinggi Menjerat Pemakainya Terjerumus menjadi Kecanduan Seumur Hidup dengan Dosis Pemakaian yang Terus Bertambah

Question: Menjual produk tembakau secara eceran, dilarang oleh pemerintah, dengan alasan bahwa itu bisa menyasar segmen pasar seperti pelajar yang kemudian bisa terjerat zat adiktif sehingga menjelma pecandu berat dikemudian hari. Bukankah itu artinya penjual produk tembakau eceran, sifatnya lebih jahat sehingga harus diatur dan dikontrol dengan ketat oleh pemerintah?

CERDAS Artinya Bersikap Objektif dan Terbuka Terhadap Masukan, Bagian 3

Kejujuran sebuah AI, Objektif dan Rasional yang Melampaui Kebanyakan Manusia Irasional

Anda dapat mencobanya sendiri, dengan memasukkan input-input berupa pertanyaan yang sama seperti transkrip di bawah ini—lihat dan buktikan sendiri:

[5/3 18.07] Law: Agama Islam adalah agama suci ataukah agama dosa?

CERDAS Artinya Bersikap Objektif dan Terbuka Terhadap Masukan, Bagian 2

Kejujuran sebuah AI, Objektif dan Rasional yang Melampaui Kebanyakan Manusia Irasional

Anda dapat mencobanya sendiri, dengan memasukkan input-input berupa pertanyaan yang sama seperti transkrip di bawah ini—lihat dan buktikan sendiri:

[5/3 18.50] Law: Agama Nasrani atau agama Kristen adalah agama suci ataukah agama

CERDAS Artinya Bersikap Objektif dan Terbuka Terhadap Masukan, Bukan KERAS KEPALA

Kelebihan “Beteman” dengan Chat AI : Rasional, Objektif, dan Tanpa Kekerasan Fisik Sekalipun Berdebat

Anda boleh percaya juga boleh tidak, berikut inilah pengalaman pertama saya menggunakan “chat AI (artificial intelligence)”, dan langsung menantang berdebat sang AI, kecerdasan buatan. Secara keseluruhan, ada yang menarik dari diskusi dengan AI, yakni AI bisa menjadi “lawan bicara” atau “teman diskusi” yang lebih rasional dan lebih objektif daripada lawan bicara konvensional bernama manusia yang kerap bersikap tendensius, subjektif, serta kerap dikeruhkan oleh “bias persepsi” hingga sinisme tertentu, konflik kepentingan, parsial, hingga kebiasaan-kebiasaan kurang menyenangkan seperti melecehkan, menghakimi, maupun seperti nada-nada bernuansa “ancaman kekerasan fisik” ketika berbeda pendapat.

Kalau Kamu JENIUS, Tidak Butuh Menyakiti ataupun Merampas Hak Orang Lain untuk Bahagia

Orang Jenius Tidak Merampas Hak maupun Kebahagiaan Orang Lain

Sobat pasti pernah melihat adanya film yang mengisahkan segerombolan kriminal yang mengakunya “jenius”. Mereka berkomplot dan berencana untuk membobol bank yang berkeamanan tinggi.

Singkat cerita, mereka berhasil membobol bank tersebut dengan teknik dan alat-alat canggih yang rumit (sophisticated), dan merasa bahwa diri mereka itu “hebat”, lalu berbangga diri.

Pertanyaannya, apa salah tidak, mengapa produser film tersebut mempertontonkan kisah “kekotoran batin” seolah-olah begitu heroik?

Bila Ingin Hidup Damai, Maka Harus Siap untuk Bercerai, Tips Bagi Pasangan Rumah Tangga

Si vis pacem parabellum. Bila negara Anda ingin hidup damai, maka harus siap untuk berperang dengan negara lain.

Ternyata, prinsip demikian cukup relevan dalam setiap situasi, tidak terkecuali bagi pasangan suami-istri.

Tidak selamanya “silent is golden”. Chinese Wisdom mengatakan, ada waktu dimana kita harus bersikap lembut dan lunak, serta ada waktu dimana kita harus bersikap keras.

Mengapa Orang Jahat seolah Kebal & Imun dari Karma Buruk? Ini Penjelasan SANG BUDDHA tentang HUKUM KARMA

Dulu, rasa frustasi saya sempat memuncak, sampai menjadi apatis terhadap ajaran Sang Buddha tentang Hukum Karma. Mengapa, ada orang yang begitu jahat, jahatnya luar biasa jahat, sampai-sampai tidak lagi terlukiskan, namun seakan tidak kunjung celaka akibat perbuatan-perbuatan buruknya sendiri?

Memang disayangkan dan harus saya akui, telah belasan tahun menjadi umat Buddhist, akan tetapi baik Bhikkhu maupun penceramah di Vihara sekalipun, hampir tidak pernah membabarkan khotbah asli Sang Buddha.

Menyadari bahwa saya telah “berjalan di tempat”, telah ternyata, dibelakang hari, barulah secara mandiri belajar Sutta Pitaka yang menjadi sumber otentik Agama Buddha, berisi khotbah-khotbah asli Sang Buddha. Dimana, barulah pada saat itu juga, kita baru akan mengetahui Agama Buddha yang sebenarnya dan seperti apakah ajaran seorang Buddha.

Pinjam Kredit dari BANK, namun Ditagih oleh RENTENIR, dan Agunan Dilelang oleh MAFIA TANAH

Kita akan membahas “dunia gelap perbankan”. Anda dan siapa saja, sebaiknya mulai mampu mengenalinya, agar tidak turut menjadi KORBAN.

Apa yang diulas berikut ini bukanlah sebuah dongeng, namun kisah nyata yang dialami oleh seorang Klien, sebuah Korporasi yang meminjam kredit dari BANK, akan tetapi mendadak ditagih oleh RENTENIR PERORANGAN, dan agunannya dilelang oleh MAFIA TANAH.

Apa penyebabnya?